Jumat, 11 Juni 2010

CONTOH LAPORAN KKL

buat kawan-kawan yang gak mau copy paste atau mau langsung download kilik disini

BAB I
PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang Masalah


Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skiil, dan communication skill. Sinergisme keempatnya akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapi. Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi dibidang ilmu agama dan kemasyarkatan serta merupakan bagian dari satuan sistem perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

 
Dalam hal ini, baik secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam proses mekanisme pembangunan bangsa melalui penerjunan mahasiswa ke daerah-daerah dalam bentuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang merupakan upaya partisipasi aktif dalam memecahkan masalah pembangunan yang dihadapi masyarakat. Mengingat Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian masyarakat/rakyatnya hidup bermata pencaharian petani dan bertempat tinggal di pedesaan, maka upaya dan proses pembangunan yang ruang lingkupnya lebih luas, untuk itu daerah-daerah pedesaan mendapat prioritas dalam menentukan lokasi KKL IAIB Serang.

 
Kuliah Kerja Lapangan sebagai realitas Tridarma Perguruan Tinggi dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan kegiatan intra kulikuler yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan program studi sarjana (S1).Disamping itu KKL merupakan pendekatan-pendekatan sistem dan multi disipliner. Itulah sebabnya KKL IAIB Serang merupakan laboratorium penggemblengan pendidikan multi fungsi kearah pengembangan dan motivasi serta persepsi mahasiswa terhadap masyarakat. Yang paling esensi dari KKL IAIB Serang adalah suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pengamalan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, yang didapat dari bangku kuliah dengan bimbingan dari perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Disamping KKL bagi mahasiswa merupakan sarana belajar secara langsung kepada masyarakat mengenai berbagai hal, terutama bagaimana dan sejauh mana masyarakat mempertahankan kehadirannya dalam arus perkembangan dan perubahan yang terjadi.

 
Status dan fungsi KKL seperti tersebut di atas adalah bertujuan sebagaimana tercantum dalam pola dasar KKL yaitu sebagai berikut:
  1. Penerapan yang terintegrasi anatara teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan pengalaman praktis yang didapat di masyarakat.
  2. Pengamalan dan penghayatan terhadap masalah sosial kemasyarakatan sebagai sebuah kesatuan masalah yang memerlukan pendekatan antar disiplin ilmu.
  3. Pembinaan sense of belonging dan sense of responsfbility bagi seluruh unsur masyarakat termasuk civitas akademika dalam pelaksanaan pembangunan.


Berdasarkan tujuan tersebut serta pedoman pelaksanaannya dan kondisi masyarakat di lokasi Kuliah Kerja Lapangan serta permasalahan yang terdapat disana, penulis melakukan berbagai kegiatan selama 4 minggu yaitu dari tanggal 01 April sampai dengan tanggal 29 April 2010 M.

 
B.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang sebagaimana penulis kemukakan di atas, maka perumusan masalah dari laporan akhir Kuliah Kerja Lapangan ini sebagai berikut:

  1. Bagaimana kondisi obyektif Desa Sukarame Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang dari keadaan geografis dan demografis.

  2. Bagaimana kehidupan beragama masyarakat Desa Sukarame terutama dalam Pendidikan agama, pengamatan dan pemahaman terhadap agama islam.

  3. Problematika apa saja yang terjadi di dalam masyarakat desa Sukarame baik mengenai pendidikan formal maupun non formal.

  4. Faktor apa saja yang dianggap sebagai penghambat maupun faktor penunjang dalam pelaksanaan program pemerintah.


C.    Tujuan Penulisan
Penulisan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa IAIB-Serang bertujuan untuk memberikan informasi Tentang :

  1. Kondisi obyektif, yaitu dilihat dari segi kondisi obyektif itu sendiri di desa Sukarame merupakan desa yang strategis untuk memajukan porekonomian masyarakatnya ataupun kemajuan pendidikan.

  2. Rurnusan masalah yang terdapat di desa Sukarame, sebagaimana tercantum di dalam lampiran laporan akhir ini.

  3. Program Kuliah Kerja Lapangan, baik itu yang sudah terlaksana maupun yang belum terealisasi, dalam hal ini akan diterangkan dalam bab tiga dan bab empat.

  4. Tanggapan masyarakat dan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai peserta Kuliah Kerja Lapangan di desa Sukarame.


D.    Metode Penulisan
Dalam penulisan laporan Kuliah kerja lapangan ini, Penulis menggunakan metode deskriftif yang realisasinya berdasarkan kepada kondidisi obyektif masyarakat desa Sukarame melalui beberapa teknik, antara lain :

  1. Observasi, yaitu penulis melakukan pengamatan secara langsung kepada objek penelitian, guna memperoleh data-data yang diperlukan.

  2. Survei, yaitu pengarahan yang diberikan oleh pembimbing pada waktu penulis berada di lokasi KKL dan selama penulis membuat Iaporan KKL ini.

  3. Interview, yaitu penulis melakukan tanya jawab dengan pihak Kecamatan, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh Pemuda dan warga masyarakat Desa Sukarame untuk inventarisasi masalah.


Setelah data-data tersebut diperoleh, selanjutnya diolah kepada bentuk nyata, yaitu dengan menyusun program kegiatan dan melaksanakan kegiatan demi suksesnya KKL IAIB- Serang di desa Sukarame Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang.


E.    Sistematika Penulisan
Sistematika yang penulis pergunakan dalam menyusun laporan ini adalah sebagai berikut:

  • Bab I Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, perumusan masalala, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

  • Bab II Kondisi obyektif Desa Sukarame, meliputi: Letak Geografis, Kondisi Demografis, Kondisi Sosiografis,dan Administrasi Pemerintah Desa Sukarame.

  • Bab III Pelaksanaan Program Kegiatan disertai faktor penunjang dan penghambatnya.

  • Bab IV Evaluasi Program KKL secara keseluruhan dan pelaksanaannya di lokasi KKL.

  • Bab V Penutup, meliputi : Kesimpulan dan saran-saran, dan Lampiran - lampiran.
BAB II
KONDISI OBYEKTIF DESA SUKARAME

 
A.    Letak Geografis Desa Sukarame

 
Desa Sukarame merupakan salah satu daerah yang terletak di daerah persawahan yang memiliki potensi dalam bidang pertanian, disamping itu pula di Desa Sukarame terdapat banyak kepala keluarga yang mempunyai usaha dalam bidang perdagangan. Hal ini terlihat dari aktivitas warga dalam mengelola pekerjaan atau usaha yang mereka miliki. Desa Sukarame terletak di Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang yang memilki luas area 300.699 Ha, sedangkan batas-batas kelurahan :
  • Barat     : Cimaung
  • Timur     : Mongpok
  • Utara     : Sukajadi

  • Selatan     : Sukamenak

     
Desa Sukarame memimliki 6 kampung, yaitu :

  1. Bangkong
  2. Solear
  3. Cikasap
  4. Ciakar
  5. Tancang

  6. Gosali

     
  1. Kondisi Demografis Desa Sukarame
Penduduk Desa Sukarame terdiri dari 5 RW (Rukun Warga) dan 11 RT (Rukun Tetangga) dengan jumlah penduduk : 3827 Jiwa, yang terdiri dari

  • 1925     Laki-laki
  • 1902     Perempuan

  1. Kondisi Sosiografis Desa Sukarame
Dalam uraian kondisi sosiografis ini, akan diketengahkan tiga bidang yang menjadi obyek penelitian dan observasi di lokasi desa KKL, adapun ketiga bidang tersebut adalah:

 

  1. Kondisi Sosial Budaya
Masyarakat Desa Sukarame adalah masyarakat mayoritas pribumi yang sudah puluhantahun berdiam di desa tersebut, hal ini terbukti dengan bahasa yang mereka gunakan, yakni bahasa Sunda, mereka bertempat tinggal dalam kurun waktu yang sangat lama dan masih mempertahankan kebiasaan berbahasa Sunda. Walau demikian, disamping mereka mempertahankan bahasa Sundanya, mereka juga dapat berbahasa Indongsia dengan lancar.

 

  1. Kondisi Sosial Ekonomi
Masyamkat Desa Sukarame dilihat dari masalah ekonomi, terkategori masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawaha, hal ini terlihat dari:

Masyarakat Desa Sukarame mayoritas pencahariannya sebagai masyarakat pertanian dan dagang.

Desa Sukarame mempunyai lahan pertanian yang sangat luas.


 
Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian
No 
Jenis Mata Pencaharian 
Jumlah 
1 
Tani
648 Orang
2 
Dagang
436 Orang
3 
Buruh
0 Orang
4 
PNS
15 Orang
5 
TNI/POLRI
1 Orang

 

 

  1. Kondisi Sosial Keagamaan
Dalam segi Sosial Keagamaan Desa Sukarame merupakan desa yang sangat kental dalam menjalani kegiatan keagamaan, hal ini terbukti dengan kegiatan yang dilakukan masyarakat Desa Sukarame disetiap harinya.



Potensial Sosial Keagamaan Desa Sukarame
ITEM 
INDIKATOR 
FREKUENSI 
01 
Jumlah Merek Al-Qur'an 
2 
02 
Jumlah Santeri 
150 Santri 
03 
Jumlah Lulusan :  a. MI 
1616 Orang 
b. SD 
04 
Jumlah Lulusan :  a. MTs 
515 Orang 
b. SLTP 
05 
Jumlah Lulusan :  a. Madrasah Aliyah ( MA ) 
326 Orang 
b. SMA/SMK 
06 
Jumlah Sarjana :  a. Sarjana Agama 
11 Orang 
b. Sarjana Umum 
07 
Jumlah Penyuluh Agama 
14 Orang 
08 
Jumlah Kyai 
10 Orang
09 
Jumlah Haji 
6 Orang
10 
Jumlah Muzaki 
- 

 
Satuan Lembaga Keagamaan
ITEM 
INDIKATOR 
FREKUENSI 
11 
Jumlah Masjid
5 
12 
Jumlah Musalla ( langgar ) 
12 
13 
Jumlah Unit Pengajian 
22 
14 
Jumlah Madrasah Diniyah 
5 
15 
Jumlah Madrasah Tsanawiyah 
1 
16 
Jumlah Unit Pengajian Pria 
6 
17 
Jumlah Unit Pengajian Wanita 
6 
18 
Jumlah Penyelenggaraan Pendidikan Beragama 
3 
19 
Jumlah Sosial Keagamaan
1 

 
Kegiatan Keagamaan
ITEM  
INDIKATOR  
FREKUENSI  
20 
Frekuensi perkawinan di bawah umur pertahun 
- 
21 
Fekuensi Pengajian Pria Perbulan  
8 
22 
Frekuensi Pengajian Wanita Perbulan  
8 
23 
Frekuensi Peringatan Hari Basar Islam Pertahun  
2
24 
Jumlah Zakat Mal yang terkumpul Pertahun 
- 
25 
Jumlah Zakat Fitrah yang terkumpul Pertahun  
2.500.000,- 

 
Ketertiban Hidup Umat Baragama
ITEM 
INDIKATOR 
FREKUENSI 
26 
Konflik Maalah Permasalahan Keagamaan Pertahun  
- 
27 
Jumlah Pencurian Pertahun  
- 
28
Jumlah Peristiwa Mabuk-mabukan  
- 

 
Sarana dan Prasarana Keagamaan
ITEM  
INDIKATOR  
FREKUENSI  
29 
Jumlah Kitab Suci Al-Qu'an Per RT 
60 
30 
Jumlah Tempat Pengajian Anak-anak  
22 
31 
Jumlah Tempat Pengajian Pria  
11 
32 
Jumlah Tempat Pengajian Wanita  
11 
33 
Jumlah Tanah Wakaf : a. Belum Disertivikasi
b. Sudah Disertivikasi  

 

 

  1. ADMINISTRASI PEMERINTAH DESA SUKARAME
    Desa Sukarame adalah salah satu Desa di wilayah Kecamatan Cikeusal yang termasuk daerah pertanian dan perkebunan. Desa ini terkategori masyarakat menengah kebawah, sehingga pelaksanaan administrasi desa cukup baik. Namun demikian. ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan diperbaiki.

     
Dalam menjalankan roda administrasi dan dalam rangka memenuhi keperluan warga, kantor Desa selalu terbuka untuk memberikan informasi mengenai masa1ah-masalah Desa sehingga aparat Desa dituntut untuk dapat selaju hadir di kantor Desa. Akan tetapi, pada kenyataannya ada beberapa orang saja yang bisa aktif hadir di kantor Desa. Selain itu pula sarana dan prasarana kantor Desa perlu banyak pembenahan.

 
Potensi Kepemerintahan Desa Sukarame

  • Bidang Pembinaan Generasi Muda
Pembinaan Generasi Muda            :     ( ) Perorang
                                ( √ ) Masyarakat
                                ( √ ) Organisasi
    ( √ ) Pemerintah
Pembinaan generasi muda dalam bidang    :         ( √ ) Keterampilan
                                ( ) Pembinaan mental
                                ( √ ) Kesenian
                                ( √ ) Olah raga

 

  • Kesehatan Dan Keluarga Berencana

  1. Kelurahan :
    a. Keberadaan MCK            : ( ) Tersedia pada setiap keluarga
                         ( √ ) Umum
                         ( ) Tidak ada                
    b. Puskesmas                 : ( √ ) Tingkat kecamatan
                         ( ) Tingkat Desa    
    c. Kondisi Lingkungan         : ( ) Sudah Terpelihara
                         ( √ ) Alami

     
2. Keluarga Berencana             :
Jumlah Akseptor KB/Kelurahan          : (    ) Orang

 
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN
SERTA FAKTOR PENUNJANG DAN PENGHAMBATNYA

 
Pelaksanaan program KKL disusun berdasarkan inventarisasi masalah dan berlandaskan kepada bidang garapan yang harus ditempuh oleh peserta Kuliah Kerja Lapangan pada minggu pertama, peserta KKL mengadakan orientasi dan observasi dengan tujuan untuk mengetahui kondisi objektif di Desa Sukarame. Langkah awal yang kami lakukan pada minggu pertama tersebut adalah bersilarurrahmi dengan Kepala Desa Sukarame beserta staf, tokoh-tokoh masyarakat, Alim ulama, tokoh-tokoh pemuda dan segenap warga masyarakat Desa Sukarame. Hal tersebut ditujukan untuk memperoleh data-data konkrit dan informasi-informasi sebagai bahan masukan masalah yang terjadi di desa Sukarame.

 
Setelah data-data dan masalah tersebut diperoleh, ditampung dan di inventarisasi rnaka kami dapat rnenyusun program KKL dengan melihat dan memperhatikan program-program yang telah ditentukan dalam buku panduan KKL 2010, sehingga tersusunlah suatu program KKL yang terpadu dan terarah.

 
Program KKL yang telah terinventarisasi dan tersusun kami konsultasikan kepada Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga masyarakat Desa Sukarame, guna memperoleh respon dalam pelaksanaan dan realisasi masalah-masalah yang telah tersusun tersebut. Kemudian kami melaksanakan program-program tersebut pada minggu ke dua sampai dengan minggu ke empat, dan kami mengadakan evaluasi seluruh kegiatan pada minggu terakhir, yakni minggu ke empat. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan dan masalah-masalah apa saja yang dapat terealisasi dan kegiatan atau masalah apa saja yang belum terlaksana.

 
Kami melaksanakan program KKL sesuai dengan bidang garapan yang telah ditentukan dalam buku panduan KKL 2010. Adapun bidang garapan-garapan dimaksud :

 
1. Garapan Pokok (Bidang Keagamaan)
2. Garapan Penunjang (Bidang Kemasyarakatan)
3. Garapan Khusus (Bidang Pemerintahan Desa)

 

  1. Bidang Keagamaan dan Pendidikan

  2. Faktor penghambatnya antara lain :
  • Kurangnya motovasi orang tua terhadap sekolah madrasah.
  • Kurangnya minat membaca Al-Qur'an dan bimbingan pengajian pada tingkat usia 12 sampai 18 Tahun
  • Masih lemahnya kualitas membaca Al-Qur'an Juz A'ma dan Qur'an besar dalam penerapan ilmu tajwid
  • Masih besarnya minat anak-anak pada hiburan dari pada belajar membaca Al-Qur'an
  • Kurangnya tenaga pengajar di Madrasah
  • Ibu-ibu muda dan remaja putri kurang termotivasi untuk mengikuti kegiatan pengajian yang telah berjalan di masyarakat.
  • Masjid banyak di penuhi oleh kalangan tua
  • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap biaya pendidikan sekolah swasta

 

  1. Faktor penunjang antara lain :

  • Adanya minat anak

  • Tersedianya Madrasah, Masjid, dan Mushola.

  • Adanya pengajian

  • Ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

 

  1. Altematif pemecahannya antara lain :

  • Mengajukan usul dan saran kepada yang berwenang

  • Memberikan motifasi terhadap tokoh-tokoh masyarakat tentang pentingnya biaya pendidikan sekolah swasta.

  • Mengadakan pelajaran tambahan tentang ilmu Al-Qur'an.

     

 

  1. Bidang Sosial Kemasyarakatan

  2. Faktor penghambatnya antara lain

  • Masih lemahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak

  • Kurang terjaganya kebersihan terhadap tempat ibadah dan lingkungan sekitar masyarakat

  • Kurang terciptanya lingkungan yang nyaman dan bersih

  • Minim aplikasi islam dalam kehidupan sehari-hari

 

  1. Faktor penunjangnya antara lain:

  • Adanya LKMD dan masyarakat

  • Adanya lingkungan

     

  1. Altenatif pemecahannya antara lain:

  • Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan lembaga-lembag

  • Mengadakan kerja bakti kebersihan lingkungan

 

  1. Bidang Kepemerintahan

  2. Faktor penghambatnya antara lain :
  • Kurang tersusunnya administrasi desa
  • Lemahnya pengetahuan masyarakat terhadap fungsi aparatur desa
  • Kurangnya minat aparatur desa terhadap kebersihan sekitar lingkungan kantor desa

 

  1. Faktor penunjangnya antara lain:

  • Tersedianya Kantor Desa

  • Adanya Aparat Desa

     

  1. Altenatif pemecahannya antara lain:

  • Memberikan pemahaman tentang fungsi aparatur desa

  • Memberikan pemahaman tentang kebersihan Kantor Desa
BAB IV
PELAKSANAAN DAN EVALUASI PROGRAM KEGIATAN KKL
SECARA KESELURUHAN DI DESA SUKARAME

 

 
Pelaksaan program KKL selama empat minggu yakni mulai dari tanggal 01 April sampai dengan 28 April 2010, dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang baik pula dari masyarakat setempat. Hal ini patut di syukuri, bahwa program kuliah kerja lapangan (KKL) dapat diselesaikan dengan baik, sehingga kami sebagai peserta KKL kiranya dapat memberikan evaluasi baik bagi masyarakat setempat maupun bagi peserta KKL itu sndiri.

 
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui hal-hal yang masih kurang dan perlu menjadi perbaikan, sehingga menjadi bahan pertimbangan dan tolak ukur dalam meninggkatkan mutu dan pembangunam desa tersebut dan bagi peserta KKI sendiri KKL.

 
A.     Evaluasi Terhadap Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program KKL
Program yang kami rencanakan dan kami laksanakan dilokasi KKL disesuaikan dengan kegiatan program yang telah ada di desa Sukarame, maka pada umumnya masyarakat desa menerima sepenuhnya program-program KKL. Hal ini dapat kita perhatikan sebagai berikut ini :

 
1.     Respon masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa peserta KKL sangat baik, hal ini dapat dibuktikan dengan partisipasinya masyarakat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan.
2.     Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta selalu mendapatkan repon baik dari masyarakat setempat, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat sangat simpatik terhadap kedatangan mahasiswa peserta KKL.
3.     Rasa kegotong royongan dan jiwa sosial cukup baik, hal ini terlihat dari kebiasaan hidup sehari-hari yang selalu bersama-sama dalam kerja bakti.
4.     Komunikasi peserta KKL dan masyarakat cukup baik tidak mendapatkan kesulitan yang berarti.
5.     Tanggapan masyarakat terhadap aparat pemerintahan desa memang agak terlambat, hal ini terjadi akibat dari efek pencalonan kepala desa yang sudah rnenjadi kebiasaan setiap pra pilkades.

 
B.    Evaluasi Terhadap Peserta KKL
Selain evaluasi program Kuiiah Kerja Lapangan (KKL) dilakukan kepada masyarakat, kamipun perlu kiranya mengevaluasi diri terhadap peserta KKL itu sendiri dalam kelompoknya. Hal-hal yang telah karni lakukan diantaranya sebagai berikut ;

 
a.     Kerja sama antara pesert KKL dengan supervisor atau pembimbing dalam menjalankan program-program yang kami susun cukup baik.
b.     Kerja sama dan kekompakan peserta KKL dalam menjalankan dan mengikuti program-program KKL penuh perhatian dan disiplin.
c.     Program-program KKL yang dilaksanakan mendapat sambutan respon dari masyarakat setempat.
d.     Rasa persaudaraan peserta KKl dengan masyarakat desa Sukarame cukup baik.

 
BAB V
P E N U T U P

 


A.    Kesimpulan
Setelah Penulis menguraikan laporan akhir Mahasiswa Peseta KKI Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang, maka Penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai Berikut :

 
1.     Kegiatan keagamaan masyarakat Desa Sukarame Kecamatan Cikeusal cukup baik, hal ini terlihat dari banyaknya pengajian-pengajian yang di adakan oleh para ulama maupun tokoh masyarakat di setiap kampung.
2.     Pendidikan masyarakat desa Sukarame sangat rendah terutama pendidikan formal, hal ini terbukti dengan sangat sedikitnya dari masyarakat desa Sukarame yang bisa sekolah sampai tingkat menengah.
3.     Perekonomian masyarakat desa Sukarame cukup baik.
4.     Masalah administrasi desa dikantor desa Sukarame masih perlu perbaikan dan jujur masih banyak kekurangan, hal ini dapat dimaklumi sebab pemerintahan desa Sukarame pada masa transisi kepemimpinam .

 
B.    Saran - saran
Setelah kami melaksanakan program kuliah kerja lapangan (KKL) di desa Sukarame kecamatan Cikeusal dan menemukan beberapa masalah, maka perlu kiranya kami mengajukan saran-saran kepada tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah, BP KKL Al-Jamiah dan pihak-pihak lain yang terkait untuk meningkatkan kemajuan di Desa Sukarame Kecamatan Cikeusal kabupaten serang. Saran-saran karni antara lain :

 
1.    Desa Sukarame merupakan daerah yang mempunyai lahan pertanian terutama sawah yang cukup luas dengan hambatan irigasi, maka kami sangat mengharapkan kepada Pemerintah untuk mengadakan parbaikan sistem kerja pengairan/irigasi.
2.     Pendidikan masyarakat Sukarame masih rendah, diharapkan ada pihak pemerintah untuk memberikan pelayanan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat yang Iebih baik.
3.     Kepada warga masyarakat desa Sukarame diharapkan dapat meningkatkan pendidikan keagamaan dan merealisasikaanya dalam kehidupan sehari-hari.
4.     Kapada Al-Jamiah BP KKL, kami mengharapkan perhatiannya terhadap pengabdian mahasiswa peserta KKL di desa Sukarame dan menindak lanjuti permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat desa Sukarame kecamatan Cikeusal terutama masalah irigasi.
5.     Kepada pihak Pemerintahan Desa agar tetap meningkatkan kreativitas kerjanya guna mensejahterakan warga desa Sukarame.
6.     Kepada mahasiswa peserta KKL agar seanantiasa menjaga kekompakan dalam segala hal dan dapat menjaga nama baik Almamater.

 

Publisher